
edisi 063/tahun ke-2 (8 Muharram 1430 H/5 Januari 2009)
Ah, gue kudu nulis lagi catatan harian dengan tema yang kesal dan marah. Kali ini gue kudu nulis di diary gue tentang kota kecil di sudut Palestina, Gaza namanya. Wilayah yang makin hari makin nyusut dicaplok Israel. Kalo elo nyari di peta dunia, nama negara Palestina nggak ada. Nama daerah itu diganti dengan Israel. Yup, Israel yang menjajahnya sejak 1948 dicantumkan sebagai negara yang berdaulat dan diakui secara internasional. Ah, ini pasti politik konspirasi, bro!
Bro, gue miris juga mo nulisin jumlah korbannya. Sampe kemarin aja, tanggal 3 Januari 2009, korban rakyat Palestina udah mencapai lebih dari 450 orang (belum termasuk ribuan yang luka-luka). Nggak tahu deh sekarang. Mudah-mudahan yang justru nambah banyak yang tewas adalah tentara Israel. Kalo mereka berani perang darat dengan mengerahkan tank-tank mereka, insya Allah rakyat Palestina, baik sipil maupun milisinya siap meremukkan mereka. (more…)
Sering orangtua mendidik anak mereka hari ini bukan untuk? mempersiapkan menantang masa depan. Akibatnya sering digilas masa depan
Oleh: Mohammad Fauzil Adhim *
Sejarah peradaban besar pada dasarnya adalah perjalanan hidup seorang manusia besar. Ia menciptakan perubahan bukan karena banyaknya harta yang dimiliki, atau kuatnya kekuasaan yang ia genggam. Tetapi ia menciptakan perubahan yang menggerakkan orang-orang di sekelilingnya oleh kuatnya jiwa, tajamnya pikiran, kokohnya hati, dan tingginya daya tahan berjuang dikarenakan besarnya cita-cita. Kerapkali, cita-cita besar itu bukan digerakkan oleh gemerlapnya dunia yang sekejap, tetapi oleh keyakinan yang menjadi ideologi perjuangan.
Orang-orang yang merintis jalan perjuangan, adalah mereka yang merelakan kenikmatan hidup demi meraih apa yang menjadi keyakinannya. Bukan karena mereka tidak pernah berhasrat pada kenikmatan, tetapi karena kenikmatan itu menjadi kecil dan tidak ada artinya dibanding cita-cita besar yang terpendam dalam jiwa. (more…)
Ketua Partai Kadima yang juga Menlu Israel kembali mendeklarasikan kebijakan transfer (pengusiran). Tapi Negara Arab masih diam
Oleh: Musthafa Luthfi *
Serunya pemberitaan tentang “sepatu Bush” sebagai bentuk? “disgraceful farewell” (perpisahan memalukan) buat Presiden yang akan segera mengakhiri kekuasaannya dalam beberapa minggu ini, sempat melupakan publik Arab dan dunia Islam umumnya tentang perkembangan penting masalah Palestina sebagai isu sentral umat Islam.
Lemparan sepatu seorang wartawan TV Al-Baghdadiyah, Iraq, Muntadhar Zubaidi Senin (15/12), sejatinya sebagai simbol? kebencian hampir seluruh bangsa Iraq dan Arab umumnya, terhadap serangan dan pendudukan pasukan AS dan sekutunya di negeri Babilonia itu sejak April 2003 lalu. Sang wartawan yang disebut sebagai pahlawan mendapat tawaran dari berbagai persatuan advokat Arab sebagai pembela di pengadilan. (more…)
Komisi Senat AS menemukan bukti penyiksaan para tahanan. Apakah Obama adili Bush, atau AS jadi sasaran timpukan sepatu?
Oleh: Amran Nasution *
Hidayatullah.com–Muntadar al-Zaidi, 28 tahun, hanya seorang koresponden Al Baghdadia, televisi independen yang berbasis di Mesir. Warga Iraq ini ditugaskan sebagai koresponden di Baghdad. Kehidupannya sehari-hari selaku wartawan biasa-biasa saja.
Ia pernah diculik dan ditahan sebuah kelompok bersenjata tapi kemudian dilepaskan tanpa syarat. Itu biasa terjadi di sana, daerah yang memang tak aman sejak tentara Amerika Serikat menduduki negeri kaya minyak ini, 2003. Wartawan lain pun pernah mengalaminya. Ia pernah diperiksa dan ditahan militer Amerika Serikat. Itu juga biasa terjadi di Baghdad atau kota lainnya di Iraq.
Malah lebih apes nasib Bilal Hussein Zaydan, wartawan foto Associated Press di Baghdad. Warga Iraq ini ditangkap dan ditahan tentara Amerika Serikat sejak 12 April 2006, dituduh bekerja sama dengan kelompok teroris atau gerilyawan Iraq. Maka bertahun-tahun dia disekap di markas militer Amerika. (more…)
Manusia Muslim haruslah manusia merdeka. Imannya kokoh, rakus ilmu tapi tak rakus dunia. Ikhlas dalam ibadah, tidak ‘hubbud dunya’ baca Catatan Akhir Pekan (CAP) Adian ke-252

Oleh: Adian Husaini
Dalam rangka memperingati hari lahirnya yang ke-50, pada awal Desember 2008, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan seminar tentang kemandirian bangsa. Oleh panitia seminar, dirumuskanlah tiga aspek kemandirian bangsa, yakni: (1) kemampuannya dalam menetapkan ideologi kebangsaan secara lugas dan tegas. Lugas sehingga bisa dipahami bangsa-bangsa lain bahwa kita memiliki dan menerapkan pandangan atau falsafah hidup kita sendiri. Tegas dalam arti tidak terpengaruh berbagai tantangan dan pendiktean ideologi bangsa lain yang tidak sejalan dengan milik kita, (2) kebolehannya dalam merumuskan, memutuskan dan menerapkan kebijakan-kebijakan negara tanpa campur tangan pihak-pihak lain secara berlebihan, (3) kemampuannya dalam menjaga dan mempraktikkan kedaulatannya atas wilayah, penduduk, dan sumberdaya yang ada di dalamnya.
Diskusi tentang “bangsa mandiri” sudah berlangsung puluhan tahun, sejak Indonesia belum? merdeka, dan hingga kini belum pernah tuntas. Indonesia memang sangat majemuk. Untuk menentukan ideologi khas Indonesia, bukanlah hal yang mudah. Ideologi negara RI pernah diperdebatkan secara serius dalam sidang-sidang BPUPKI dan sidang-sidang Konstituante.? Soal Piagam Jakarta yang memuat naskah Dasar Negara (Pancasila) hingga kini masih terus didiskusikan. Kisah dibalik penghapusan tujuh kata? (… dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya) masih tetap misterius dan masih menarik untuk diteliti lebih jauh. (more…)
Assalaamu?alaikum wr wb
Bagi teman-teman remaja di Bogor dan sekitarnya, kalo abis shubuh jangan pada tidur lagi ya (apalagi belum bangun). Mendingan nyari ilmu dan bisa curhat bareng kru Buletin gaulislam di acara:
[klinik] GAULISLAM di Radio KISI 93.4 FM Bogor
Acaranya, setiap hari Rabu mulai pukul 05.15 - 06.00 WIB
Tema yang dibahas adalah tema-tema yang tampil di Buletin gaulislam pada pekan tersebut. Jadi, untuk tanggal 31 Desember 2008 ini, yang akan dibahas adalah Buletin gaulislam edisi 062/Tahun 2: ?WAKTU TERUS BERLALU, KITA NGAPAIN AJA??
Kamu bisa ngobrol dan curhat dengan kru gaulislam, lho.
Ditanggung antimanyun deh! Bisa interaktif di acara via telepon 0251-8370340
Catat ya. Dan sebarkan aja ke seluruh teman yang kamu kenal. Ok?
Oya, buat kamu yang nggak bisa menjangkau siaran langsung acara ini dari Radio KISI 93.4 FM ini, kamu bisa mantengin aja streamingnya di: www.kisifm.com
Acara ini terselenggara atas kerjasama apik antara Buletin gaulislam dan Radio KISI 93.4 FM.
Salam,
O. Solihin
Jangan remehkan soal pakaian dalam. Karena tuh kain bersentuhan langsung dengan kulit kita, maka tentunya harus selektif juga memilih demi kesehatan kulit kita. Tul nggak seh?
Eh, barang yang satu ini udah nggak asing lagi bagi kalian tentunya. Underwear alias pakaian dalam adalah sesuatu yang setia setiap saat menemani kita. Dia tersembunyi karena memang tempatnya tersembunyi, meski pada jaman sekarang ini ada juga yang sengaja dibiarin agar dilihat orang lain.
Underwear, penting nggak sih? Kenapa jadi topik bahasan kali ini? Ssst.. tenang sobat, jangan emosi gitu. Seperti kata pepatah “nggak kenal maka nggak sayang”. Itu sebabnya, kita coba ngebahas sesuatu yang dekat dengan kita agar kitanya jadi tahu, jadi lebih sayang and peduli. Apalagi ini erat kaitaannya dengan badan kita. Setuju kan? (more…)
edisi 062/tahun ke-2 (1 Muharram 1430 H/29 Desember 2008)
Setelah mendapat kritik, kitik dan kripik dari tulisan gue yang pertama di gaulislam, gue masih berusaha keras untuk mencari adonan yang pas untuk tulisan-tulisan gue di gaulislam. Nah, artikel ini adalah salah satunya. Gue tulis dalam perjalanan Bogor-Sanggau (Kalimantan Barat), di antara ngejar pesawat yang keburu terbang saat gue nyampe di airport, di dalam mobil dalam perjalanan darat Pontianak-Sanggau yang aduhai dan dikala gue nyuci baju di dalem pesawat.
Waktu nggak kerasa sudah berlalu begitu cepat, ditambah cukup banyaknya perjalanan syafar yang gue lakukan di bulan ini, semuanya seperti berlalu begitu cepat, secepat kilat nyamber jemuran tetangga. Di jalan banyak gue temui hal yang menarik untuk ditulis, dari aspal jalanan yang berlobang-lobang kayak bekas hujan meteor, sampe pesawat yang hanya mau terbang kalo pilotnya udah siap (lha apa hubungannya ya?). Setiap kali memasuki akhir tahun seperti ini, cukup banyak hal yang membekas dalam ingatan gue, hari-hari yang biasanya mendung/hujan, kerjaan yang makin tinggi load-nya, sampai segala hal persiapan tahun baruan, huhuhuhu,… kenapa manusia-manusia ini ngga pernah berubah ya? (more…)
Oleh: O. Solihin
www.eramuslim.com
Serangan militer besar-besaran oleh Israel ke Gaza dengan dalih menghancurkan infrastruktur HAMAS, setidaknya sampai artikel ini ditulis, sudah menewaskan 280 warga Palestina. Serangan yang telah dilakukan Isreal sejak Sabtu (27/12) hingga ahad ini, telah mengundang kecaman dari berbagai pihak. Inilah bukti nyata pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Israel yang selama ini selalui didiamkan oleh Dewan Keamanan PBB dan juga Amerika Serikat. Terorisme yang dilakukan Israel adalah terorisme yang dilakukan oleh negara. Apalagi posisi Israel yang memang sebagai penjajah Palestina.
PM Israel Ehud Olmert mengatakan operasi itu mungkin akan berlangsung beberapa lama, tetapi ia berjanji untuk menghindari krisis kemanusiaan di wilayah itu. ?Tidak akan berakhir dalam beberapa hari,? katanya dalam sebuah pernyataan televisi, sambil didampingi Menteri Pertahanan Ehud Barak dan Menteri Luar Negeri Tzipi Livni. [www.hidayatullah.com] (more…)
Katanya, cowok itu adalah mahluk pemburu. Termasuk memburu wanita yang disukainya. Tapi gimana kalo kemudian terbalik, pemburu jadi yang diburu?
Budi, sebut aja begitu namanya, jadi ngerasa risih belakangan ini. Cowok yang jadi aktivis pengajian ini sering nerima telepon dari seorang cewek. Tuh cewek suka nanya-nanya aneka masalah agama. Nggak cuma itu, aneka kue juga sering dikirim ke rumah Budi.
Awalnya sih Budi respek. Namanya juga orang butuh bantuan perlu dibantu dong. Tapi lama kelamaan dia jadi risih juga. Abis tuh cewek sering banget nelepon. Seminggu bisa beberapa kali. Orang rumah jadi pada apal. Tinggal Budi yang kelimpungan. Mau terima atau nolak telepon dari cewek itu. (more…)
Page 1 of 13412345»...Last »